Newsroom

Kabar Kemahasiswaan

Informasi terkini mengenai prestasi, kegiatan organisasi, dan pengumuman resmi di lingkungan FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Thumbnail
Event
19 Mar 2026 BEM FKIP UNTIRTA

MERIAHNYA FESTIVAL & PASAR RAMADHAN FKIP 2026

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sukses menyelenggarakan kegiatan Festival & Pasar Ramadhan FKIP pada bulan Ramadhan 2026. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 9 hingga 13 Maret 2026, dan kegiatan ini juga menjadi salah satu program dari fakultas yang bertujuan untuk menghidupkan semangat kebersamaan, kreativitas, serta kewirausahaan mahasiswa di lingkungan FKIP Untirta. Kegiatan Festival & Pasar Ramadhan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara mahasiswa, pelaku usaha, sivitas akademika, serta Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) yang ada di FKIP Untirta. Festival & Pasar Ramadhan FKIP menghadirkan berbagai rangkaian acara menarik, mulai dari bazar, penampilan seni, stand up comedy, berbagi takjil & santunan anak yatim, hingga kegiatan keagamaan yang sarat makna. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan stand bazar yang diikuti oleh mahasiswa dan pelaku UMKM. Berbagai produk yang ditawarkan tidak hanya beragam, tetapi juga mencerminkan kreativitas dan inovasi mahasiswa FKIP. Suasana semakin meriah dengan adanya penampilan seni dan hiburan yang melibatkan mahasiswa, sehingga menciptakan atmosfer Ramadhan yang hangat dan penuh semangat kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan agenda keagamaan seperti kajian, serta talkshow inspiratif. Momen ini menjadi sarana refleksi spiritual sekaligus mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa, dosen, dan seluruh elemen kampus. Kehadiran berbagai kegiatan tersebut menjadikan Festival & Pasar Ramadhan tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter dan nilai-nilai religius. Ketua pelaksana Festival & Pasar Ramadhan juga turut menyampaikan tujuan serta harapannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini, "Kegiatan ini bertujuan untuk membuat suatu kegiatan yang positif untuk ORMAWA, masyarakat umum, dan semoga bisa terselenggara di tahun depan lagi", ujarnya. Melalui pelaksanaan Festival & Pasar Ramadhan FKIP 2026, BEM FKIP Untirta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, diharapkan kegiatan ini mampu menjadi inspirasi dalam membangun lingkungan kampus yang kreatif, religius, dan berdaya. Content writer: Departemen Penelitian dan Pengembangan

37 0
Baca
Thumbnail
Event
18 Mar 2026 BEM FKIP UNTIRTA

Ramadhan Cup 2026 BEM FKIP Untirta Berlangsung Meriah

Serang, 13 Maret 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menggelar kegiatan Ramadhan Cup 2026 pada 12–13 Maret 2026. Kegiatan ini berlangsung meriah dengan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FKIP. Ramadhan Cup tahun ini mempertandingkan dua cabang olahraga, yakni lari estafet dan futsal. Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai upaya untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan sekaligus mempererat hubungan antar mahasiswa melalui kompetisi yang sehat dan sportif. Pada cabang lomba lari estafet, tim Pendidikan Seni Pertunjukan berhasil meraih juara pertama setelah menunjukkan kekompakan dan kecepatan yang unggul dibandingkan peserta lainnya. Posisi kedua ditempati oleh Pendidikan Sejarah, sementara juara ketiga diraih oleh Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN). Sementara itu, pada cabang olahraga futsal, tim Pendidikan Vokasional Teknik Mesin A keluar sebagai juara pertama setelah melalui pertandingan yang berlangsung ketat. Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menempati posisi kedua, sedangkan peringkat ketiga diraih oleh tim Bahasa Inggris A. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan menjunjung nilai sportivitas. Selain menjadi ajang kompetisi, Ramadhan Cup juga menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas serta kebersamaan antar mahasiswa FKIP. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BEM FKIP Untirta berharap dapat terus menghadirkan program-program yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi mahasiswa di bidang non-akademik.

14 0
Baca
Thumbnail
Event
08 Mar 2026 HMJ Pendidikan IPA

Hangatnya Silaturahmi Ramadan: HMJ Pendidikan IPA Untirta Gelar Buka Bersama Keluarga Besar Pendidikan IPA

Bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan. Semangat tersebut yang melatar belakangi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan IPA Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) dalam menyelenggarakan kegiatan buka bersama dengan keluarga besar Pendidikan IPA. Kegiatan yang mengusung tema “Harmoni Ramadhan Dari Kebersamaan Menuju Keberkahan” ini dilaksanakan pada 06 Maret 2026 di RM Saung Sunda, Jl. Bhayangkara, Sumurpecung, Kec. Serang. Acara ini dihadiri oleh keluarga besar Pendidikan IPA Untirta, mulai dari dosen, Keluarga Besar Mahasiswa (KBM), alumni, hingga mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan IPA. Kegiatan ini menjadi ajang yang tidak hanya mempertemukan berbagai generasi dalam lingkungan Pendidikan IPA, tetapi juga memperkuat hubungan kekeluargaan di antara seluruh elemen yang terlibat dalam dunia pendidikan IPA di Untirta. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar seluruh keluarga besar Pendidikan IPA senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalankan aktivitas akademik maupun organisasi. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan sharing session yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa, alumni, dan dosen untuk berbagi pengalaman, cerita perjalanan akademik, serta motivasi dalam mengembangkan diri di bidang pendidikan dan sains. Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat di lingkungan Pendidikan IPA. Ketua Umum HMJ Pendidikan IPA Untirta, Akbar Sodik, menegaskan bahwa kegiatan buka bersama ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga dan memperkuat hubungan kekeluargaan dalam lingkungan Pendidikan IPA. “Melalui kegiatan ini, kami berharap silaturahmi antara dosen, mahasiswa, alumni, serta mahasiswa PPG Pendidikan IPA dapat terus terjalin dengan baik. Momentum Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk mempererat kebersamaan serta membangun kolaborasi yang positif dalam memajukan Pendidikan IPA Untirta,” tegas Akbar Sodik. Sementara itu, Amanda Safira selaku Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa acara ini dipersiapkan dengan tujuan menghadirkan ruang kebersamaan yang hangat bagi seluruh keluarga besar Pendidikan IPA. “Kami berharap kegiatan buka bersama ini tidak hanya menjadi momen berbuka puasa, tetapi juga menjadi sarana memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan di lingkungan Pendidikan IPA Untirta. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujar Amanda Safira. Puncak kegiatan ditandai dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Momen ini menjadi simbol kuatnya rasa kekeluargaan yang terjalin antara mahasiswa, alumni, dosen, serta seluruh keluarga besar Pendidikan IPA Untirta. Melalui kegiatan ini, HMJ Pendidikan IPA Untirta berharap tradisi kebersamaan seperti buka bersama dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bentuk penguatan silaturahmi dan solidaritas di lingkungan Pendidikan IPA. CINTA ALAM 🌱 BANGUN GENERASI 👭👬 MAJUKAN NEGERI

88 0
Baca
Thumbnail
Event
02 Mar 2026 BEM FKIP UNTIRTA

BEM FKIP Untirta Sukses Gelar PPRK 2026

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sukses menyelenggarakan kegiatan Pelantikan, Pembekalan, dan Rapat Kerja (PPRK) pada tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal kepengurusan BEM FKIP Untirta periode 2026 yang mengusung nama Kabinet Kalcer (Kolaboratif, Aktif, Loyal, Cendekia, dan Responsif). Mengangkat tema “Merancang Strategi, Menguatkan Sinergi, Mewujudkan Prestasi”, PPRK 2026 dirancang sebagai momentum konsolidasi dan penguatan arah gerak organisasi. Tema tersebut merepresentasikan komitmen Kabinet Kalcer dalam membangun sistem kerja yang terencana, mempererat kerja sama antar-departemen, serta menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi mahasiswa FKIP. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr.rer.nat. Robby Zidny S.Pd., M.Si. yang menandai dimulainya rangkaian agenda strategis kepengurusan. Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pelantikan pengurus BEM FKIP Untirta Kabinet Kalcer yang berlangsung khidmat. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya amanah baru bagi seluruh pengurus untuk menjalankan tanggung jawab organisasi dengan penuh dedikasi dan profesionalisme. Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembelakan organisasi yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dalam aspek manajemen organisasi hingga perencanaan program kerja. Pelatihan ini menjadi fondasi penting dalam membangun tim yang solid dan memiliki visi yang selaras. Pada hari kedua, agenda difokuskan pada Rapat Kerja (Raker) sebagai forum perumusan dan pemaparan program kerja masing-masing departemen. Diskusi dan evaluasi dilakukan secara komprehensif guna memastikan setiap program selaras dengan visi Kabinet Kalcer serta kebutuhan mahasiswa FKIP. Ketua BEM FKIP Untirta 2026, Dwi Alviani, turut menyampaikan harapannya terhadap arah gerak Kabinet Kalcer ke depan. Ia menegaskan bahwa kegiatan PPRK bukan sekadar agenda seremonial, melainkan fondasi utama dalam membangun gerak organisasi yang terstruktur dan berdampak. “Kegiatan PPRK BEM FKIP Untirta 2026 adalah langkah awal dari tataran ide, agenda, serta program kerja yang menjadi rencana menuju aksi nyata. Saya berharap sinergi yang telah dibangun tidak hanya menjadi catatan di atas kertas, tetapi menjadi ruh dalam setiap program kerja maupun yang akan kita jalankan. Mari kita jadikan organisasi ini sebagai wadah yang inklusif, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh KBM FKIP Untirta,” ujarnya. Melalui pelaksanaan PPRK 2026, BEM FKIP Untirta Kabinet Kalcer menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi yang kolaboratif, aktif dalam pergerakan, loyal terhadap amanah, cendekia dalam berpikir, serta responsif terhadap dinamika dan aspirasi mahasiswa. Diharapkan, melalui perencanaan yang matang dan sinergi yang kuat, Kabinet Kalcer mampu mewujudkan berbagai prestasi serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan mahasiswa dan fakultas. Content writer: Departemen Penelitian dan Pengembangan

41 0
Baca
Thumbnail
Event
02 Mar 2026 BEM FKIP UNTIRTA

BEM FKIP Untirta Sukses Gelar PPRK 2026

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sukses menyelenggarakan kegiatan Pelantikan, Pembekalan, dan Rapat Kerja (PPRK) pada tanggal 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal kepengurusan BEM FKIP Untirta periode 2026 yang mengusung nama Kabinet Kalcer (Kolaboratif, Aktif, Loyal, Cendekia, dan Responsif). Mengangkat tema “Merancang Strategi, Menguatkan Sinergi, Mewujudkan Prestasi”, PPRK 2026 dirancang sebagai momentum konsolidasi dan penguatan arah gerak organisasi. Tema tersebut merepresentasikan komitmen Kabinet Kalcer dalam membangun sistem kerja yang terencana, mempererat kerja sama antar-departemen, serta menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi mahasiswa FKIP. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr.rer.nat. Robby Zidny S.Pd., M.Si. yang menandai dimulainya rangkaian agenda strategis kepengurusan. Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pelantikan pengurus BEM FKIP Untirta Kabinet Kalcer yang berlangsung khidmat. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya amanah baru bagi seluruh pengurus untuk menjalankan tanggung jawab organisasi dengan penuh dedikasi dan profesionalisme. Setelah pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembelakan organisasi yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus dalam aspek manajemen organisasi hingga perencanaan program kerja. Pelatihan ini menjadi fondasi penting dalam membangun tim yang solid dan memiliki visi yang selaras. Pada hari kedua, agenda difokuskan pada Rapat Kerja (Raker) sebagai forum perumusan dan pemaparan program kerja masing-masing departemen. Diskusi dan evaluasi dilakukan secara komprehensif guna memastikan setiap program selaras dengan visi Kabinet Kalcer serta kebutuhan mahasiswa FKIP. Ketua BEM FKIP Untirta 2026, Dwi Alviani, turut menyampaikan harapannya terhadap arah gerak Kabinet Kalcer ke depan. Ia menegaskan bahwa kegiatan PPRK bukan sekadar agenda seremonial, melainkan fondasi utama dalam membangun gerak organisasi yang terstruktur dan berdampak. “Kegiatan PPRK BEM FKIP Untirta 2026 adalah langkah awal dari tataran ide, agenda, serta program kerja yang menjadi rencana menuju aksi nyata. Saya berharap sinergi yang telah dibangun tidak hanya menjadi catatan di atas kertas, tetapi menjadi ruh dalam setiap program kerja maupun yang akan kita jalankan. Mari kita jadikan organisasi ini sebagai wadah yang inklusif, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh KBM FKIP Untirta,” ujarnya. Melalui pelaksanaan PPRK 2026, BEM FKIP Untirta Kabinet Kalcer menegaskan komitmennya untuk menjadi organisasi yang kolaboratif, aktif dalam pergerakan, loyal terhadap amanah, cendekia dalam berpikir, serta responsif terhadap dinamika dan aspirasi mahasiswa. Diharapkan, melalui perencanaan yang matang dan sinergi yang kuat, Kabinet Kalcer mampu mewujudkan berbagai prestasi serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan mahasiswa dan fakultas. Content writer: Departemen Penelitian dan Pengembangan

162 0
Baca
Thumbnail
aksi sosial
25 Feb 2026 BEM FKIP UNTIRTA

Makan Bergizi Gratis di Atas Perut Kosong Guru Honorer

Alokasi anggaran pendidikan dalam RAPBN 2026 mencapai Rp757,8 triliun, meningkat sekitar 9,8 persen dari anggaran tahun sebelumnya. Pemerintah menempatkan angka ini sebagai bukti komitmen memenuhi amanat konstitusi bahwa sekurang-kurangnya 20 persen belanja negara dialokasikan untuk sektor pendidikan. Data resmi yang dipublikasikan oleh Sekretariat Negara Republik Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar kenaikan anggaran tersebut diarahkan untuk anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam RAPBN 2026 anggaran MBG mencapai 335T, namun setelah ditelurusi dana MBG sebagian besar berasal dari alokasi dana pendidikaan. rincian alokasi MBG dari dana pendidikan memperoleh porsi sekitar Rp223 triliun, yang dimasukkan sebagai bagian dari belanja pendidikan. Secara administratif, langkah ini membuat total anggaran pendidikan tetap berada di kisaran 20 persen APBN. Namun, jika alokasi MBG dikeluarkan dari perhitungan pendidikan inti yakni belanja yang langsung menopang proses pembelajaran seperti gaji guru, tunjangan, BOS, infrastruktur, dan beasiswa maka dana yang tersisa sekitar Rp534 triliun, atau hanya sekitar 14 persen dari total belanja negara. Perhitungan ini memunculkan sebuah fakta bahwa saat ini rezim Prabowo-Gibran sudah mengkhianati amanat konstitusi. Disisi lain ada 2,6 juta guru honorer yang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung operasional sekolah yang saat ini masih menghadapi tantangan kesejahteraan, ketidakpastian status kerja, dan perlindungan sosial. Banyak guru honorer menerima penghasilan yang sangat tidak layak, sementara tuntutan profesional mereka terus meningkat. Dalam konteks ini, pengalihan porsi besar anggaran pendidikan untuk MBG memunculkan pertanyaan: sejauh mana kebijakan rezim Prabowo-Gibran telah menempatkan tenaga pendidik sebagai prioritas strategis pembangunan pendidikan? Perdebatan ini semakin hangat ketika Presiden Prabowo mengesahkan Perpres No. 115 Tahun 2025. Dalam Pasal 17 disebutkan bahwa pegawai SPPG diangkat sebagai PPPK sesuai ketentuan perundang-undangan. Kebijakan ini memang dapat dipahami sebagai langkah profesionalisasi layanan gizi nasional. Namun persoalan menjadi sensitif ketika dilihat dari aspek kesejahteraan. Di banyak daerah, guru honorer masih menerima gaji berkisar antara Rp300.000 hingga Rp1.500.000 per bulan, bahkan sebagian dibayar di bawah UMK dan bergantung pada dana BOS sekolah. Sementara itu, jika pegawai SPPG diangkat sebagai PPPK, maka berdasarkan skema gaji PPPK dalam regulasi ASN, mereka berpotensi menerima gaji pokok mulai dari sekitar Rp1.938.000 hingga lebih dari Rp5.900.000 per bulan, tergantung golongan dan masa kerja, belum termasuk tunjangan. Kontras ini menimbulkan pertanyaan publik, mengapa tenaga pendidik yang telah mengabdi bertahun-tahun di ruang kelas masih berada dalam ketidakpastian penghasilan? sementara pelaksana program MBG justru lebih dahulu memperoleh kepastian struktural dan kesejahtreraan dari negara. Pada akhirnya, arah kebijakan anggaran pendidikan 2026 memperlihatkan persoalan prioritas yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Ketika porsi besar anggaran pendidikan dialihkan ke program MBG sementara kesejahteraan guru honorer masih tertinggal, hal ini memunculkan kritik serius terhadap konsistensi pemerintah dalam menjalankan amanat konstitusi. Rezim yang berkuasa seharusnya menempatkan tenaga pendidik sebagai fondasi utama pembangunan manusia, bukan sekadar pelengkap dalam struktur kebijakan. Bangsa ini sejak lama menyebut guru sebagai “patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa”, sebuah pengakuan bahwa guru adalah pahlawan. Namun penghormatan itu terasa tidak sejalan dengan kenyataan ketika banyak guru honorer masih berjuang untuk memperoleh kepastian hidup yang layak. Jika ketimpangan ini terus dipertahankan, maka penghormatan kepada guru berisiko hanya menjadi simbol dan lirik semata, bukan keberpihakan nyata yang terlihat dalam kebijakan. Pendidikan tidak akan kuat jika para “patriot tanpa tanda jasa” terus dibiarkan berdiri di atas fondasi yang rapuh. Penulis: Departemen Penelitian dan Pengembangan, BEM FKIP Untirta Sumber: Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025). Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2026 dan Nota Keuangan. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Medcom.id. (2026). Segini gaji guru honorer, ternyata nasibnya tak seberuntung SPPG yang jadi PPPK di dapur MBG. https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/xkEd8Grb-segini-gaji-guru-honorer-ternyata-nasibnya-tak-seberuntung-sppg-yang-jadi-pppk-di-dapur-mbg (diakses 2026) Media Indonesia. (2024). Gaji 74 persen guru honorer masih di bawah Upah Minimum. https://mediaindonesia.com/humaniora/721181/gaji-74-persen-guru-honorer-masih-di-bawah-upah-minimum (diakses 2026) Presiden Republik Indonesia. (2024). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2024 tentang perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 tentang gaji dan tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia. Presiden Republik Indonesia. (2025). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 115 Tahun 2025 tentang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Jakarta: Pemerintah Republik Indonesia. Sekretariat Negara Republik Indonesia. (2026, Februari 13). Alokasi anggaran pendidikan 2026 Rp757,8 triliun, naik 9,8 persen dari outlook 2025. https://setneg.go.id/baca/index/alokasi_anggaran_pendidikan_2026_rp7578_triliun_naik_98_persen_dari_outlook_2025

74 0
Baca